lapaktoto.dev — open-source React UI library

Introduction

Lapaktoto UI adalah open-source library yang ngirim source code komponen ke project kamu — bukan dependency yang nempel di node_modules.

Library ini lahir dari satu observasi: developer Indonesia banyak yang pakai shadcn/ui, tapi sering ngerasa template-nya terlalu generik. Lapaktoto UI ambil semangat yang sama (copy source code, gak install dependency) tapi ngirim default style yang lebih opinionated — cocok untuk dashboard internal, SaaS B2B, dan tools produktivitas.

Filosofi

Kalau komponen UI kamu butuh diubah, kamu seharusnya bisa ubah langsung — tanpa nungguin maintainer merge PR, tanpa wrapping komponen 3 lapis, tanpa override dengan !important.

Karena itu Lapaktoto UI bukan npm package biasa. CLI-nya nyalin source code ke folder components/ui/ kamu. Kalau besok ada bug atau kamu mau ganti perilaku — tinggal edit file-nya seperti file kamu sendiri (karena memang udah jadi file kamu).

Fitur utama

48+ komponen

Dari Button sampai DataTable — semua siap pakai.

CLI bawaan

bunx lapaktoto-ui add — selesai dalam 1 detik.

Docs Bahasa Indonesia

Semua contoh + penjelasan dalam Bahasa Indonesia.

  • Tailwind v4 native — tanpa preprocessor, tanpa PostCSS plugin tambahan.
  • Server Components compatible — sebagian besar komponen sudah aman dipakai di RSC. Yang butuh interactivity ditandai jelas dengan "use client".
  • Accessible by default — Radix UI primitives untuk keyboard navigation dan ARIA.
  • Token-based theming — ganti seluruh design system dengan 1 command CLI atau edit CSS variables langsung.

Stack

Library ini dibangun di atas tools yang stabil dan well-maintained:

LayerToolVersi
FrameworkReact19.x
StylingTailwind CSS4.x
PrimitivesRadix UIlatest
IconsLucide1.x
CLI@lapaktoto/cli1.4.x

Bukan apa?

Karena nama brand-nya rentan keliru, biar jelas dari awal:

Lapaktoto UI bukan situs togel. Bukan platform judi. Bukan marketplace lotere. Ini library komponen open-source untuk developer React — sama sekali tidak berkaitan dengan industri perjudian.

Nama "lapak" dipakai karena dalam bahasa Indonesia berarti tempat menggelar dagangan. Di sini yang "digelar" adalah komponen UI, bukan tiket togel.

Selanjutnya

Mulai dari:

Terminal
bunx lapaktoto-ui@latest init -d
bunx lapaktoto-ui add button card dialog

Atau baca panduan Installation untuk setup lengkap, lalu lompat ke Theming kalau ingin mengubah palet sebelum nempelin komponen.